From Tabloid Bintang Indonesia, 28 August 2006
benarkah dirly terpukul gagal menggapai gelar juara?
kegagalan Dirly merebut gelar juara II 3 banyak disesalkan orang. Dirly seperti tenggelam dengan atensi media yang cukup besar pada pesaingnya, Ihsan. Benarkah Dirly terpukul, lalu menutup diri? ?Hahaha. Kecewa wajar banget, manusia ?kan? Tapi saya baik-baik saja kok,? ujar Dirly terkekeh saat dihubungi Bintang sejam sebelum tampil bersama Kris Dayanti dan Melly di HUT RCTI, Kami (24/8) lalu. Dirly mengaku kesibukan menyanyi off air dan on air mulai mengisi hari-harinya. ?Kalau kebetulan saya nggak banyak tampil di media, mungkin karena perhatian media masih untuk Ihsan yang jadi juara,? tutur Dirly berbesar hati.
Dirly mengaku kekalahannya memang tak hanya membekas di hati, tapi juga orang banyak. ?Banyak yang SMS bahwa saya lebih layak untuk menang. Saat jalan ke mal pun banyak yang menyalami dan mengatakan mendukung saya,? jelas cowok kelahiran 10 Desember 1989 ini. Perhatian orang menurut Dirly memang cukup menghibur, tapi tak jarang membuat dirinya merasa jengah. ?Saya sudah ikhlas kok kemenangan itu untuk Ihsan.? Cowok yang dijuluki Manado Baby ini menuturkan hubungannya dengan Ihsan masih baik-baik saja. ?Malah saya sering menggoda dia. Saya tanya, ?bagaimana sih rasanya jadi juara?? Hehehe.? Cerita Dilry bukan omong kosong belaka. Bintang menyaksikan langsung saat bertemu Dirly dan Ihsan Jumat (25/8), keduanya tetap saling usil dan menjaili.
Ke depannya, Dirly mengaku sudah siap untuk pindah ke Jakarta. ?Mungkin sebelum itu saya pengin pulang kampung dulu. Baru pindah ke Jakarta. Papa Mama sudah setuju. Rencananya ada seorang kakak yang ikut pindah dan tinggal bersama saya untuk mengawasi,? cerita Dirly. Selain itu, rancana Dirly belum akan berubah. ?Saya masih akan les vokal lagi, dan semangat untuk menggarap album. Tapi untuk album mungkin harus bersabar. Setelah Ihsan baru saya masuk studio,? tandas Dirly. Hadiah uang 100 juta sebagai juara kedua, menurut Dirly, akan digunakan sebagai modal untuk kehidupannya di Jakarta. ?Kalau sudah punya uang sendiri, yang pertama ingin beli mobil, kemudian mengajak keluarga pindah ke Jakarta. Untuk saat ini saya berencana mencari dan tinggal di apartemen bersama kakak. Di luar itu saya menjalani jadwal nyanyi yang sudah tersusun,? pungkas Dirly. Syukur deh kalau Dirly tetap semangat. Artinya Dirly baik-baik saja.
gosip-gosip di balik kemenang ihsan
Kemenangan Ihsan membuat banyak orang terkejut? Semua sudah tahu. Bahkan gosip-gosip yang beredar di masyarakat pun sudah banyak diperbincangkan. Bintang yang pada Jumat (25/8) lalu mengikuti aktivitas Ihsan sehari penuh, tak membuang kesempatan menanyakan seputar gosip.
Gosip yang pertama,
kami lontarkan tentu saja tentang kedekatan Ihsan dengan orang nomor satu negeri ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ?Wah, dekat sih nggak. Tapi saya memang pada acara kenegaraan 17 Agustus lalu bernyanyi bersama dengan presiden, Indonesia Pusaka dan Andaikan Kau Datang,? tutur Ihsan. ?Saya merasa bangga. Kalau mau tahu saat itu saya merasa grogi sekali. Tapi kemarin itu nggak sempat ngobrol karena acara beliau padat banget,? papar Ihsan. Tapi bukan berarti presiden tak memberi perhatian sama sekali. Buktinya, beberapa hari kemudian pihak RCTI memberikan bingkisan ulang tahun dari Presiden untuk Ihsan. Isinya? ?Jam tangan, buku, foto presiden dan kartu ucapan. Aduh rasanya senang banget,? ujar pengagum Indra Bruggman ini bangga. Dari kedua orangtua Ihsan, Kusnadi dan Endang Susilawati, serta tante Ihsan, Sri, diketahui dukungan penuh diberikan Majelis Dzikir Nurrusalam, yang diketuai SBY sejak awal kompetisi. Tiga orang pengurus, H. Harris, H Utun, dan Sakti SE. sering mengontak keluarga Ihsan, memberi dukungan moral dan material.
Gosip tentang dukungan dari PT Telkom juga terjawab.
Jadi sekolah Ihsan itu, SMK Shandy Putra 2, memang sekolah milik PT Telkom. Kepala sekolah Ihsan pernah menghubungi kami dan mengatakan akan meminta dukungan pada sekolah cabang Shandy Putra lain di seluruh Indonesia,? jelas Kusnadi.
Dalam penelusuran Bintang, gosip ini ramai dibicarakan pengunjung setia forum penggemar Indonesian Idol alias I-talk. Di situ ditampilkan surat dari Dewan Pengurus sekolah bahwa seorang siswa SMK Pariwisata Sandhy Putra Medan bernama Muhammad Ihsan Tarore masuk dalam dua besar Grand Final Indonesian Idol 2006.
Terkait dengan hal itu, Dewan Pengurus Yayasan Sandhykara Putra Telkom mengirim surat dari Bandung kepada VP Public & Marketing Communication Telkom dengan nomor 489/SKR/DPP-YSPT/VIII/2006, tanggal 7 Agustus 2006, berisi permintaan dukungan SMS kepada IHSAN selaku kontestan Indonesian Idol 2006.
Tentang tudingan RCTI yang terlalu mendukung dan menganakemaskan Ihsan,
dibantah langsung Project Director RCTI, Daniel Hartono, saat jumpa pers. ?Saya rasa nggak ada hubungannya antara ulang tahun Ihsan yang ke-17, 20 Agustus lalu dengan kemenangan Ihsan. Ini benar-benar murni faktor SMS. Kita harus menghargai pilihan masyarakat. Kalau dibilang sweet seventen, Dirly juga tahun ini akan ulang tahun yang ke-17 kok, cuma bulannya saja yang berbeda,? tolak Daniel.
Yang masuk akal adalah analisis Dirly.
- Ihsan itu didukung banyak orang se-Indonesia karena berasal dari Jawa,
- tapi besar di Medan.
- Sudah begitu, namanya juga menggunakan nama Tarore yang aslinya marga dari Manado.
Dengan begitu wajar kalau suaranya banyak,? ujar Dirly saat pemotretan cover Bintang edisi 799. Bintang melihat spanduk bertuliskan Masyarakat Bandung Mendukung Ihsan atau Suara Masyarakat Surabaya untuk Ihsan saat Grand Final dan Result & Reunion Show. Setuju banget dengan pendapat Dirly.
———————–
Posting ini adalah kontribusi dari
*****zisuka
Thanks a bunch!
kami menunggu posting dari teman teman yg lain dan dialamatkan ke:
dirlyidol-news@yahoo.co.id